Kepala BPTU-HPT Denpasar Dampingi Kunjungan Komisi IV DPR RI
Denpasar, 19 September 2026 — Komisi IV DPR RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 pada Sabtu (19/9/2026) di Balai Besar Veteriner Denpasar. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat sistem biosekuriti dan surveilans penyakit hewan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan dihadiri dan disambut langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan beserta jajaran, Dinas yang membidangi fungsi peternakan di Provinsi Bali dan Kota Denpasar serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kepala BPTU-HPT Denpasar, turut mendampingi rangkaian kunjungan tersebut.
Kegiatan diawali dengan peninjauan sarana dan prasarana laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar yang dipimpin langsung oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner. Peninjauan tersebut dilanjutkan dengan diskusi bersama yang berlangsung di Gedung Serbaguna Balai Besar Veteriner Denpasar.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyampaikan pentingnya memperkokoh sistem biosekuriti, khususnya pada pintu masuk dan lalu lintas ternak, disertai dengan penguatan sosialisasi kepada masyarakat serta pelaksanaan surveilans untuk memperoleh gambaran kondisi penyakit hewan secara lebih jelas. Upaya tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan sektor lain.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan bahwa pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis dan Zoonosis (PHMS-Z) memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagai tantangan dalam pengendalian penyakit hewan perlu diantisipasi melalui langkah-langkah yang terukur dan kolaboratif. Dalam kesempatan tersebut, dukungan juga disampaikan terkait peningkatan sarana dan prasarana, termasuk optimalisasi aset lahan milik UPT Kementerian Pertanian di Provinsi Bali, guna memperkuat pelaksanaan tugas dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI turut menekankan pentingnya langkah strategis dalam penanggulangan penyakit hewan. Seluruh pihak diharapkan dapat menyampaikan berbagai kendala maupun perkembangan di lapangan sebagai bahan pertimbangan dan diskusi dalam menentukan langkah penanganan. Penanganan terhadap hewan yang telah tertular juga diharapkan dapat dilakukan secara tepat sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dalam sesi diskusi, turut dibahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit hewan. Sosialisasi juga perlu dilakukan hingga tingkat peternak untuk mendorong penerapan biosekuriti hingga ke kandang ternak.
Penguatan biosekuriti dan surveilans dipandang memiliki cakupan yang lebih luas dari sekadar menjaga kesehatan dan produktivitas ternak. Upaya tersebut turut mendukung keberlanjutan berbagai sektor yang berkaitan dengan kesehatan hewan, pangan, dan perekonomian masyarakat, termasuk sektor pariwisata di Bali.
Melalui kunjungan kerja spesifik ini, diharapkan dapat terpetakan berbagai langkah strategis dan kolaboratif dalam mencegah serta mengendalikan penyebaran penyakit hewan di Indonesia. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga legislatif, instansi teknis, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesehatan hewan, melindungi masyarakat, dan mendukung ketahanan pangan nasional.