BPTU-HPT Denpasar Gelar FGD Sertifikasi Sapi Bali untuk Perkuat Mutu Pembibitan

Jembrana, 20 Agustus 2026 – Dalam upaya menyempurnakan pelaksanaan sertifikasi dan mendukung program pembibitan serta pemuliaan Sapi Bali, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Sertifikasi Sapi Bali dengan tema “Sertifikasi Sapi Bali: Menjamin Mutu, Menguatkan Pembibitan” di Aula Breeding Center Pulukan, Kamis (20/8).

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh seluruh pegawai BPTU-HPT Denpasar serta pegawai Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak secara daring. FGD ini menjadi forum evaluasi sekaligus ruang bertukar informasi dan masukan dalam rangka memperkuat pelaksanaan sertifikasi bibit Sapi Bali di BPTU-HPT Denpasar.

Pertemuan dibuka oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Ketua Kelompok Pengawasan Penerapan Mutu Ternak dan Tata Kelola Perbibitan dan Produksi Ternak, Ir. Eliza Diany, M.P. Kegiatan turut menghadirkan Prof. Dr. Agr. Ir. Sigit Prastowo, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng. Guru Besar Universitas Sebelas Maret dan Ir. Gito Haryanto, S.Pt., M.Si. dari Lembaga Sertifikasi Produk (LS-Pro) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai narasumber.

Dalam diskusi, dibahas berbagai aspek penting dalam pelaksanaan sertifikasi bibit Sapi Bali, mulai dari ketentuan sertifikasi, penerapan sistem sertifikasi, hingga pengawasan mutu ternak setelah sertifikasi. Sertifikasi menjadi bagian penting dalam menjamin bahwa bibit yang diedarkan memenuhi persyaratan mutu dan dapat mendukung keberlanjutan program pembibitan Sapi Bali.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam FGD adalah perlunya penguatan pengawasan pascasertifikasi. Sebagai produsen bibit, BPTU-HPT Denpasar perlu memiliki mekanisme yang jelas untuk melakukan evaluasi terhadap ternak yang telah tersertifikasi. Untuk itu, diperlukan penyusunan dan pengesahan Standar Operasional Prosedur (SOP) atau rekomendasi teknis internal sebagai dasar dalam menetapkan ternak yang mengalami penurunan mutu untuk dikeluarkan dari kelompok bibit.

Selain itu, uji performans ditegaskan sebagai salah satu landasan utama dalam proses seleksi dan pengawasan mutu bibit Sapi Bali. Penilaian dilakukan secara terukur melalui aspek fenotipe dan anatomi, pertambahan bobot badan, performa reproduksi, serta pencatatan (recording) yang objektif dan berkelanjutan.

Data hasil uji performans dan recording tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dasar dalam proses sertifikasi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mendeteksi penurunan mutu ternak sejak dini serta mendukung pengambilan keputusan secara objektif.

Melalui FGD ini, BPTU-HPT Denpasar memperoleh berbagai masukan dan pemahaman yang lebih komprehensif sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan sertifikasi dan pengelolaan bibit Sapi Bali. Kolaborasi, evaluasi berkelanjutan, serta penerapan standar yang konsisten diharapkan dapat semakin memperkuat jaminan mutu bibit dan mendukung peningkatan kualitas genetik Sapi Bali.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan hasil diskusi dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan tindak lanjut di BPTU-HPT Denpasar, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjaga dan meningkatkan mutu Sapi Bali sebagai sumber daya genetik ternak unggulan Indonesia.