BPTU-HPT Denpasar ajak Peternak Siapkan Silase untuk Hadapi Musim Kemarau

BPTU-HPT Denpasar ajak Peternak Siapkan Silase untuk Hadapi Musim Kemarau

Menghadapi datangnya musim kemarau, BPTU-HPT Denpasar  mengimbau para peternak untuk mulai mempersiapkan pakan cadangan berupa silase. Langkah ini penting dilakukan guna menjamin ketersediaan pakan ternak saat rumput hijauan sulit didapat akibat berkurangnya curah hujan.

 

silase merupakan pakan ternak yang diawetkan melalui proses fermentasi hijauan seperti rumput gajah, jagung, atau tanaman leguminosa dalam kondisi anaerob (tanpa udara). Melalui pembuatan silase, kualitas nutrisi hijauan dapat terjaga lebih lama sehingga menjadi solusi efektif saat musim kemarau

 

Adapun beberapa langkah utama dalam pembuatan silase adalah:

1.     Pemilihan bahan – gunakan hijauan segar yang masih hijau, tidak layu, dan dalam kondisi bersih.

2.     Pencacahan – potong hijauan menjadi ukuran 2–5 cm agar mudah dipadatkan.

3.     Fermentasi – masukkan hijauan ke dalam silo atau plastik khusus, padatkan hingga tidak ada udara tersisa, lalu tutup rapat.

4.     Penyimpanan – simpan selama 21–30 hari hingga proses fermentasi sempurna.

5.     Ciri silase yang baik – beraroma asam segar (seperti tape), berwarna hijau kekuningan, tidak berjamur, dan tidak berbau busuk.

 

BPTU-HPT Denpasar menekankan bahwa ketersediaan pakan yang cukup akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas ternak, baik sapi perah, sapi potong, kambing, maupun domba. Dengan memanfaatkan silase, peternak tidak hanya dapat menjaga kondisi ternak tetap sehat selama musim kemarau, tetapi juga dapat menekan biaya pakan tambahan.

 

Kami berharap para peternak semakin sadar pentingnya menyiapkan pakan cadangan sejak dini, sehingga keberlangsungan usaha ternak tetap terjaga meski menghadapi keterbatasan hijauan di musim kemarau.