BPTU-HPT Denpasar Dampingi Bupati Bone Studi Tiru Pengembangan Ayam Petelur di Kabupaten Bangli
Bangli, 22 Agustus 2026 – Kepala BPTU-HPT Denpasar mendampingi Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., dalam kunjungan studi tiru ke kelompok penerima Program Pengembangan Ayam Petelur di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Sabtu (22/8). Kunjungan dilaksanakan di Sekretariat Kelompok Wanita Tani Dana Mertha Mesari dan Kelompok Pemuda Tani Gopa Winangun.
Kegiatan turut dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, S.S., M.Si., Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Dr. drh. I Ketut Wirata, M.Si., Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar Dr. drh. I Gde Eka Budhiyadnya, M.P., Corporate Secretary PT Berdikari (Persero) Aas Hasbi Al-Islahi, serta Plt. Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli Ida I Dewa Ayu Mas Mahyuni, S.P., M.Si.
Selaku satuan kerja pelaksana Program Pengembangan Ayam Petelur, Kepala BPTU-HPT Denpasar menyampaikan bahwa kedua kelompok yang dikunjungi merupakan bagian dari 15 kelompok penerima program di Provinsi Bali, yang tersebar di Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Bangli. Dari hasil pelaksanaan program hingga saat ini, produktivitas ayam petelur menunjukkan capaian rata-rata 88% produksi telur harian.
Anggota Komisi IV DPR RI menyampaikan bahwa pelaksanaan program pengembangan ayam petelur di Provinsi Bali telah berjalan dengan baik. Dari 15 kelompok penerima, sebanyak 11 kelompok berada di Kabupaten Tabanan dan 4 kelompok berada di Kabupaten Bangli. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung pengembangan peternakan serta ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Bupati Bone menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Beliau menjelaskan bahwa kunjungan studi tiru ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan ayam petelur, seiring dengan meningkatnya kebutuhan telur di Kabupaten Bone. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan peternakan ayam petelur di daerah tersebut.
Kunjungan juga menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antarpihak dalam mendukung pengembangan peternakan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik, sehingga bersama-sama dapat mendorong kemajuan peternakan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.