Kepala BPTU-HPT Denpasar Dampingi Kunjungan Kerja Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian di Kabupaten Jembrana, Bali
Kepala BPTU-HPT Denpasar Dampingi Kunjungan Kerja Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian di Kabupaten Jembrana, Bali
Dalam rangka upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD), Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Kunjungan ini dilakukan menyusul ditemukannya sejumlah ternak yang terjangkit penyakit LSD di wilayah tersebut.
Kegiatan kunjungan kerja berlangsung di Banjar Tunas Mekar, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Dalam kesempatan ini, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan diwakili oleh Direktur Kesehatan Hewan. Hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jembrana, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, Kepala BPTU-HPT Denpasar, para Kepala Dinas yang membidangi peternakan di Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana beserta jajaran, unsur pimpinan wilayah Kecamatan Melaya, serta masyarakat Desa Manistutu.
Perlu diketahui bahwa Lumpy Skin Disease (LSD) merupakan penyakit hewan menular yang menyerang sapi dan kerbau serta disebabkan oleh virus. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan pada permukaan kulit ternak dan dapat berdampak pada penurunan produktivitas serta kesejahteraan hewan.
Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Jembrana menyampaikan bahwa kasus ternak yang terjangkit LSD di wilayahnya telah ditangani secara sigap berkat kolaborasi berbagai pihak, baik dari unsur pemerintah maupun swasta, dalam upaya memutus rantai penyebaran penyakit. Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan pemerintah pusat yang ditunjukkan melalui kehadiran langsung Direktur Kesehatan Hewan beserta jajaran di tengah masyarakat. Ia berharap sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat agar penanganan LSD berjalan optimal dan penyebarannya tidak meluas.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Kesehatan Hewan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk peran aktif masyarakat, dalam pengendalian dan pencegahan LSD. Masyarakat dihimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala terindikasi LSD. Selain itu, beliau juga memberikan penjelasan terkait penyakit LSD, mekanisme pelaporan, langkah-langkah penanganan, serta upaya pencegahan, salah satunya melalui pelaksanaan vaksinasi.
Pada kesempatan ini, turut diserahkan bantuan berupa vaksin, obat-obatan, vitamin, desinfektan, sprayer serta peralatan pengambilan sampel kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana sebagai bentuk dukungan konkret dalam pengendalian penyakit LSD.
Diharapkan melalui pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat upaya pencegahan serta menekan penyebaran penyakit LSD, sehingga kesehatan ternak dan kesejahteraan peternak di Kabupaten Jembrana dapat terus terjaga.