BPTU-HPT Denpasar Ikut Mengawal Hilirisasi Ayam Terintegrasi di NTB

BPTU-HPT Denpasar Ikut Mengawal Hilirisasi Ayam Terintegrasi di NTB 🐔


BPTU-HPT Denpasar turut ambil bagian dalam mengawal percepatan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, BUMN, dan pelaku usaha. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem perunggasan dari hulu hingga hilir, sekaligus memberikan kepastian usaha bagi peternak rakyat.


Dalam rangkaian kegiatan, tim melakukan koordinasi intensif terkait skema pemanfaatan lahan, di mana opsi sewa lahan menjadi langkah awal yang paling feasible, sambil disiapkan skema jangka panjang melalui BUMD. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini, dengan mendorong skema penyertaan modal melalui PT Gerbang NTB Emas sebagai katalisator investasi daerah.
Kegiatan juga mencakup survei lokasi dan identifikasi kawasan pengembangan di Kabupaten Sumbawa, Dompu, dan Bima, termasuk titik strategis seperti Manggalewa (Dompu), Tambora dan Oi Tui (Bima), serta Labangka dan Teluk Santong (Sumbawa). Selain itu, dilakukan peninjauan rencana pembangunan RPHU berkapasitas 1.000–2.000 ekor/jam oleh PT Tatar Sepang Alam Lestari yang didukung oleh keberadaan farm eksisting di Lombok Timur.


Melalui sinergi bersama PT Berdikari, ID Food, dan PT Nusindo, penguatan rantai pasok dari produksi hingga pemasaran terus didorong. Kementerian Pertanian menegaskan bahwa hilirisasi ini bertujuan memastikan peternak tidak hanya memproduksi, tetapi juga memiliki kepastian pasar dan harga yang lebih stabil.
Kehadiran BPTU-HPT Denpasar dalam kegiatan ini menegaskan komitmen untuk mendukung aspek teknis, khususnya dalam penguatan breeding dan sistem produksi yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi lintas sektor, program HAT di NTB diharapkan mampu mendorong peternak naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.